Sapi Kurban Presiden jenis simental, bersama pemilik sebelumnya, di Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman.

Diduga Kelelahan Menuju Pasangkayu, Sapi Kurban Jokowi Malas Makan

PASANGKAYU,- Pengawasan ketat dilakukan Tim dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu, terhadap sapi kurban Presiden Jokowi.

Pasalnya, sesampainya di Kabupaten Pasangkayu, Selasa (28/07/20) kemarin, sapi berjenis simental itu, diketahui malas makan.

Tim yang melakukan pemeriksaan menduga sapi berbobot 1,2 ton yang dibeli seharga 89 juta rupiah dalam kondisi kelelahan, usai melakukan perjalanan panjang dari Kabupaten Polewali Mandar.

Proses mobilisasi sapi presiden dari Kabupaten Polewali Mandar menuju Kabupaten Pasangkayu, dilakukan melalui jalur darat menggunakan mobil truk, diperkirakan berlangsung selama 10 jam, dengan jarak tempuh sekira 430 kilometer.

“ Masalah tentang pakannya ini belum normal, dari segi transportasi memang ada sedikit guncangan di perjalanan, sehingga nafsu makan belum terlalu normal “kata dokter hewan yang melakukan pemeriksaan, Imran kepada wartawan, Rabu (29/07/20).

Selain itu, Imran menyebut manajemen perawatan yang harus diperhatikan, selama menjaga sapi yang diberi nama Puang Tedong ini, “ Dari segi perawatan pencampuran pakan harus diperhatikan, dari segi kandangnya juga harus diperbaiki, harus ada tempat bernaung, itu harus diperhatikan “ ungkapnya.

Imran memastikan, akan terus melakukan pengawasan terhadap sapi kurban presiden Jokowi pasca dikurbankan pada hari raya Idul Adha 1441 Hijriah mendatang, “ Kita melakukan pemantauan dari pas dia datang sampai pemotongan dan pemeriksaan setelah pemotongan, seperti organ-organnya, kualitas dagingnya “, pungkasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, pengawasan dan penjagaan ketat dilakukan terhadap sapi, yang ditempatkan di halaman Masjid Al Madynyah Pasangkayu.

Diketahui, ini adalah tahun keempat Presiden Jokowi mengurbankan seekor sapi di Provinsi Sulawesi Barat. Daging sapi, akan dibagikan kepada masyarakat tidak mampu dan anak anak yatim di daerah ini. (Thaya)

__Terbit pada
29/07/2020
__Kategori
Sosial