Salah seorang warga Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, menjemur telur ikan terbang yang telah dibersihkan, Minggu (28/06/20)

Nelayan di Polman Panen Telur Ikan Bernilai Tinggi

TINAMBUNG,- Sudah beberapa pekan, sejumlah nelayan di Kabupaten Polewali Mandar disibukkan dengan aktifitas memanen telur ikan terbang atau Tobiko. Lantaran harganya yang melambung tinggi, warga menyebut telur ikan ini sebagai Emas Lautan.

Seperti yang dilakukan Jumain (50 Tahun), salah seorang nelayan tradisional, asal Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung. Saat dijumpai wartawan, Jumain dan nelayan lainnya di daerah ini, tampak sibuk membersihkan telur ikan terbang, dari kotoran rumput laut yang menempel.

Telur ikan terbang berbentuk seperti bulir-bulir pasir berwarna kuning keemasan, yang disatukan oleh selaput tipis nan halus. Telur yang masih basah dan sudah dibersihkan, akan tampak berkeliaun ketika terpapar cahaya matahari saat dijemur.

Jika beruntung, dalam sekali melaut menggunakan perahu tradisional bermesin yang disebut katinting, Jumain mengaku bisa mendapatkan 2-5 kilomgram (kg) telur ikan yang telah dibersihkan, “ Kalau saya biasanya mendapatkan 2 sampai 5 kilo saja sehari, apalagi saya sendiri dan menggunakan perahu kecil, saya juga tidak pernah bermalam di laut “ katanya kepada wartawan, Minggu (28/06/20).

Sejumlah warga Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, sedang membersihkan telur ikan terbang, Minggu (28/06/20).

Menurut dia, dalam sekali musim telur ikan terbang, setiap nelayan di daerah ini mampu mengumpulkan 100 kilogram telur ikan, yang harganya mencapai 400 ribu rupiah perkilogram, “ Biasanya setiap nelayan di daerah ini, bisa mendapat 100 kilogram telur ukan untuk sekali musim, harganya (per kig) mencapai 380 sampai 400 ribu rupiah, yang paling bagus itu kualitas super, harganya yang paling tinggi “ ungkap Jumain, sembari membersihkan kotoran yang menempel pada telur.

Dijelaskan, telur ikan terbang ini biasanya diperoleh di laut lepas, menempel diantara rumput laut dan terbawa arus, “  Telur ikan ini biasanya menempel di rumput laut dan terbawa arus di laut lepas, biasanya berjarak sekira 30 sampai 40 mil dari daratan “ timpal nelayan lainnya Darwis menambahkan.

Darwis menyebut, telur ikan yang telah dikeringkan, nantinya akan dikumpul oleh pengepul untuk diekspor, “ Katanya telur ikan ini akan diekspor ke beberapa negara di asia, selain berfungsi sebagai bahan baku kosmetik, juga menjadi bahan makanan mahal di restoran mewah “ tandasnya.

Telur ikan terbang yang sementara di jemur di pesisir pantai Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (28/06/20).

Menariknya, musim telur ikan terbang, tidak hanya membawa berkah bagi nelayan dan keluarganya, tetapi juga warga lainnya di daerah ini.

Betapa tidak, saat proses pembersihan telur ikan terbang, bisanya dilakukan dengan melibatkan banyak warga, tidak hanya pria dan wanita baik tua maupun muda.

Selain diupah menggunakan uang tunai, sisa rumput yang menempel pada telur ikan, biasanya akan diberikan kepada warga, yang nantinya  dibersihkan kembali kemudian dijual untuk menghasilkan tambahan rupiah. (Thaya)

__Terbit pada
28/06/2020
__Kategori
Sosial