Para orang tua siswa tampak berdesakan, saat memantau pengumuman kelulusan PSB di SMPN 1 Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Senin siang (29/06/20)

Abaikan Protokol Covid-19, Para Orang Tua di Campalagian Berdesakan Pantau Kelulusan Siswa

CAMPALAGIAN,- Pengumuman kelulusan siswa baru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Polewali Mandar, diserbu puluhan orang tua siswa yang didominasi para ibu rumah tangga.

Mereka tampak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19, saat memantau proses pengumuman, melalui selembar kertas yang ditempelkan panitia penerimaan, pada sejumlah tempat di lingkungan sekolah.

Seperti yang terlihat di SMPN 1 Campalagian, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Senin siang (29/06/20).

Selain berdesak-desakan, tidak sedikit orang tua siswa yang tidak menggunakan masker saat memantau pengumuman. Mereka berebut mencari nama anaknya di daftar kelulusan.

Selain berdesakan sejumlah orang tua juga tampak tidak memakai masker, saat memantau kelulusan siswa baru di SMPN 1 Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Senin siang (29/06/20).

Banyak orang tua siswa yang tersenyum, setelah memastikan anaknya dinyatakan lulus melanjutkan pendidikan di sekolah idaman, namun tidak sedikit yang kecewa, lantaran anaknya tidak lulus karena terganjal aturan zonasi.

Para orang tua yang kecewa, sempat mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan, apalagi mereka mengaku, sebelumnya tidak mendapat informasi terkait aturan zonasi tersebut.

“Kita tidak tau ada zonasi, kecewalah, apalagi sebelumnya kita tidak mendapat penyampaian soal aturan zonasi,” kata salah seorang orang tua siswa yang anaknya tidak diterima di sekolah tersebut, Nurjannah.

Sejumlah orang tua siswa mendatangi panitia penerimaan siswa baru SMPN 1 Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, mempertanyakan sistem zonasi, sehingga anak mereka dinyatakan tidak lulus, Senin siang (29/06/20).

Nurjannah mengaku khawatir anaknya tidak dapat melanjutkan pendidikan di tahun ini, lantaran sepengetahuannya, hampir semua sekolah di daerah ini telah menutup jadwal penerimaan siswa baru, “ Semoga ada sekolah yang masih terbuka, kita mau berusaha, kita tidak tau apa sudah tertutup semua, sedangkan ini saja sudah terlambat, apalagi sekolah yang ditawarkan lebih jauh dari rumah kita, dibanding ke sekolah ini “ ungkapnya berharap.

Humas Penerimaan Siswa Baru SMPN 1 Campalagian Nursidi mengatakan, dari sekian banyak calon siswa yang dinyatakan tidak lulus, hampir semuanya terganjal aturan zonasi, “Jadi di sini yang tidak lolos hampir dikategorikan karena persoalan zonasi, karena ada aturannya, jumlahnya juga tidak signifikan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Terkait para orang tua siswa yang mengabaikan protokol kesehatan saat memantau pengumuman, pihak sekolah mengaku telah berencana mengumumkan kelulusan calon siswa baru secara online. Namun hal itu terkendala, karena tidak semua orang tua siswa memiliki fasilitas pendukung, seperti telepon genggam yang dapat mengakses layanan internet.

” Sehingga sulit mengakses pendaftaran dan pengumuman secara online, akhirnya terbagi, ini kita menempel pengumuman secara manual pada beberapa titik agar warga terbagi, tidak berkumpul ” imbuhnya. (Thaya)

 

__Terbit pada
29/06/2020
__Kategori
Pendidikan, Sosial