Sejumlah bocah asal Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, terlibat perang senjata mainan, Minggu sore (31/05/20). Kurangnya pengawasan acapkali mengakibatkan permainan perang-perangan ini berujung perkelahian

Puluhan Bocah di Wonomulyo Terlibat Keributan Gegara Perang Senjata Mainan

WONOMULYO,- Perang senjata mainan melibatkan puluhan bocah yang berlangsung di Jalan Pemuda, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu sore (31/05/20), diwarnai keributan.

Para pemain perang senjata mainan yang terbagi dalam dua kelompok, nyaris baku pukul hingga teribat saling kejar di ruas jalan Trans Sulawesi, kendati ramai kendaraan.

Tidak sedikit pengendara memilih berhenti dan berupaya melerai para bocah yang terlibat keributan. Sejumlah  bocah yang bandel, terus terlibat saling kejar, hingga mengundang perhatian warga.

Saksi mata menyebut, keributan terjadi, akibat ulah sejumlah remaja yang bergabung ke dalam salah satu kelompok dan mencoba melakukan pemukulan pada kelompok lainnya, “ Tadi ada remaja dari luar, yang tiba-tiba bergabung ke dalam salah satu kelompok dan mencoba memukul anak-anak dari kelompok lainnya, makanya jadi ribut “ ujar salah seorang warga Wawan kepada wartawan.

Menurut Wawan, perang senjata mainan melibatkan puluhan bocah yang terbagi dalam dua kelompok ini telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir, “ Sudah beberapa hari mereka main perang-perangan, melibatkan bocah-bocah dari lingkugan terminal dan lingkungan ujung baru, kemarin aman-aman saja, baru hari ini mereka ribut karena sudah ada yang susupi “ ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, keributan baru mereda, setelah seorang polisi berpakaian preman terlibat tiba di lokasi kejadian, membuat para bocah dan sejumlah remaja yang sempat terlibat keributan kabur kocar kacir.

Untuk diketahui, perang senjata mainan berbahaya rutin terjadi di daerah ini pasca hari raya. Kurangnya pengawasan acap kali mengakibatkan permainan perang-perangan melibatkan puluhan bocah, menyebabkan luka hingga berujung berkelahian.

Apalagi tidak jarang, permainan ini kerap disusupi para pemain berusia remaja hingga orang dewasa. (Thaya)

__Terbit pada
31/05/2020
__Kategori
Peristiwa