Salah satu orang pintar tampak berdoa di bantaran Sungai Mapilli, berharap korban Saparuddin dapat segera ditemukan, Jumat (29/05/20)

Kerahkan Orang Pintar, Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Mapilli Akhirnya Dihentikan

MAPILLI,- Upaya pencarian Saparuddin (40 Tahun), warga Desa Baru, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar yang hilang tenggelam di Sungai Mapilli, masih dilakukan.

Selain mengerahkan Tim Sar Gabungan yang melakukan pencarian hingga ke muara sungai, pihak keluarga juga meminta bantuan orang pintar.

Terlihat sejumlah orang pintar silih berhanti melakukan ritual sambil memanjatkan doa di bantaran Sungai Mapilli, di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

Ratusan warga juga terus berdatangan, memadati sekitar lokasi pencairan, berharap jenazah korban dapat segera ditemukan.

Kepala Desa Segerang Andi Ahmad mengaku sengaja mengerahkan orang pintar, agar korban dapat segera ditemukan, “  Maksud kita mendatangkan orang pintar, untuk membantu dan memandu proses pencarian, karena kita berharap korban bisa segera ditemukan “ ungkapnya .

Sementara itu, Kepala Basarnas Mamuju, Djunaidi, S.Sos mengatakan, sesuai prosedur proses pencarian dan pertolongan orang hilang dilakukan selama sepekan atau tujuh hari, “ Kami laksanakan pencarian sesuai prosedur dilakukan selama tujuh hari, dan ini merupakan hari terakhir “ katanya kepada wartawan, Minggu (31/05/20).

Menurutnya, selama pencarian dengan melakukan penyisiran hingga ke muara Sungai Mapilli, Tim Sar belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban .

“ Hingga siang hari ini pencarian masih nihil, sehingga tim sar gabungan telah berkoordinasi dan melakukan evakuasi dan menyatakan tidak efektif lagi melakukan pencairan, pihak keluarga juga mengikhlaskan atas peristiwa yang menimpa korban “ jelas Djunaidi.

Kendati menegaskan menghentikan proses pencarian, Djunaidi mengaku akan kembali mengerahkan anggotanya jika ada petunjuk baru terkait keberadaan korban, “ Operasi sar pencarian dan pertologan mengenai orang hilang kami hentikan, apabila ada tanda-tanda baru pencarian akan kami lanjutkan “ pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, proeses pencarian juga dilakukan dengan menerjunkan sejumlah penyelam tradisional. Mereka terlihat nekat melakukan penyelaman tanpa menggunakan alat bantu pernafasan. Berulang kali hewan liar seperti biawak terlihat di bantaran sungai, hingga mengundang perhatian warga.

Sebelumnya diberitakan, Saparuddin hilang tenggelam bersama dua rekannya yaitu Hasanuddin (45 Tahun) dan Asrar (19 Tahun), karena nekat melompat ke dalam Sungai Mapilli,  lantaran mencoba menghindari polisi yang melakukan penggrebekan arena judi sabung ayam, Senin sore (25/05/20).

Korban Hasanuddin dan Asrar berhasil ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa, Rabu siang (27/05.20). Jenazah keduanya mengapung di sungai, pada lokasi yang tidak berjauhan.

Pencairan melibatkan, Basarnas Mamuju, BPBD Polman, TNI-POLRI, Sar Pinrang serta UNM, pemerintah desa dan warga setempat. (Thaya)

__Terbit pada
31/05/2020
__Kategori
Peristiwa