Kreatif, Pemuda Desa Galeso Racik Antiseptik Berbahan Alami

WONOMULYO,- Sekelompok pemuda di Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, meracik cairan pembunuh kuman atau bakteri (antiseptik) dari bahan alami. Ide kreatif para pemuda ini muncul, di tengah mewabahnya virus corona (Covid-19), yang telah menulari banyak warga dan merenggut korban jiwa yang tidak sedikit.

“ Idenya dari teman-teman, meningingat sejak mebawahnya virus corona, banyak antiseptik yang disemprotkan ke tubuh manusia mengandung pembersih lantai dan pemutih pakaian, yang sangat berbahaya bagi kulit apalagi jika disemprotkan langsung “ kata Nursaidah Daing, kepada wartawan, Kamis (02/04/20).

Antiseptik yang dihasilkan pemuda desa ini, terbuat dari daun sirih dan jeruk nipis. Proses pembuatannya sederhana, daun sirih digunting menjadi potongan-potongan kecil, kemudian direbus selama lebih kurang 30 menit menggunakan air bersih.

Setelah  mendidih, rebusan air daun sirih disaring dan dituang ke dalam wadah, kemudian didinginkan lalu dicampur dengan perasan air jeruk nipis. Untuk satu liter antiseptik berbahan alami ini, hanya membutuhkan 20 lembar daun sirih yang diberi sedikit perasan air jeruk nipis.

Nursaidah menyebut, daun sirih memiliki kandungan yang bisa membunuh bakteri. Perasan air jeruk berfungsi sebagai antioksidan dan menetralisir bau yang ditimbulkan rebusan daun sirih, “ Daun sirih memiliki kandungan yang bisa membunuh bakteri, sedang jeruknya berfungsi sebagai antioksidan dan penetralisir bau “ ujarnya.

Rencananya, antispetik ini akan dijadikan hand sanitizer, dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat, “ Nantinya antiseptik ini akan dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat secara, mengingat hand sanitizer semakin langka, kalaupun ada hargaanya juga sangat mahal “ tandas Nursaidah sambil menunjukkan botol berisi antiseptik alami buatannya. (Thaya)

__Terbit pada
02/04/2020