Manfaatkan Lahan Terbengkalai, Anggota TNI di Polman Jadi Petani Sukses

POLEWALI,- Kisah ini datang dari Serka Zaeal (35 tahun), warga Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Sejak tiga tahun terakhir, ayah tiga anak yang bertugas sebagai Babinsa di jajaran Kodim 1402/Polmas, dikenal karena kepiawaiannya bercocok tanam.

Diakui Zaenal, ketertarikannya bercocok tanam yang telah mengantarnya meraih kesuksesan, berawal dari keprihatinan melibat banyaknya lahan terbengkalai di sekitar tempat tinggalnya, “ Sejak saat itu saya terfikir, bagaimana caranya bisa merubah lahan tersebut menjadi produktif, apalagi saya lihat di daerah sini harga palawija seperti caberawit, tomat itu mahal, namun semuanya didatangkan dari luar daerah “ ungkapnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Berbekal keyakinan dan tekad yang kuat, Zaenal mulai belajar bercocok tanam secara autodidak, memafaatkan informasi yang didapatkan dari internet, mulai dari proses menyiapkan lahan, menyiapkan bibit, perawatan, hingga menentukan waktu panen yang tepat, “ Akhirnya saya mulai bercocok tanam, awalnya memanfaatkan sepetak lahan milik warga “ ujarnya.

Kendati telah menjadi petani sukses dengan penghasilan yang tidak sedikit, Zaenal bukan berarti tidak pernah mengalami kegagalan.  Namun demikian, hal tersebut tidak lantas membuatnya menyerah, apalagi berhenti bercocok tanam.

Zaenal terus belajar dan berupaya memperbaiki setiap kesalahan yang dilakukan saat bercocok tanam. Zaenal mampu menganalisa kondisi tanaman palawija di sekitarnya serta memutuskan langkah penanganan dengan pemberian pupuk yang tepat layaknya seorang dokter.

Tidak mengherankan, saat ini banyak warga yang kerap mengundang Zaenal untuk menjadi instruktur, memberikan pelatihan terkait tata cara berocok tanam yang baik dan benar. Apalagi ilmu bercocok tanam yang diperoleh Zaenal secara autodidak, dibagikan kepada warga secara cuma-cuma.

“ Saya sudah membina para petani, mulai dari orang terdekat, saya ajak mereka agar mau bercocok tanam karena hasilnya luar biasa, karena hasilnya memang bagus asal telaten kita untuk merawat “ kata Zaenal sembari tersenyum.

Bahkan, keinginan mempelajari ilmu bertani dari Zaenal tidak hanya dapat dari kaum pria saja, tetapi juga sejumlah ibu rumah tangga, yang selama ini kerap dibuat pusing oleh mahalnya harga bumbu dapur, seperti caberawit, terong, tomat, dan lainnya, yang kerap tidak terbeli.

Salah satunya Irawati, yang mengaku sejak dua bulan terakhir hasil tanaman palawija pada sepetak lahan di samping rumahnya, semakin melimpah setelah mendapat bimbingan dari Zaenal, “ Dia sudah berhasil menanam, dia turun langsung ke lokasi tidak seperti dengan orang lainnya yang hanya memberikan arahan melalui teori, pak Zaenal turun langsung mengajari kami bercocok tanam dan hasilnya melimpah tidak seperti dulu “ pungkas Irawati memuji.

Kini banyak warga khususnya para ibu rumah tangga di daerah ini, yang mulai aktif memanfaatkan lahan kosong, atau halaman rumah sebagai lokasi bercocok tanam palawija. Hasil yang didapatkan, tidak hanya bisa mensiasati lonjakan harga kebutuhan bumbu dapur yang kerap tidak terbeli, tetapi juga mampu membuat para ibu di daerah ini menjadi mandiri, dengan penghasilan tambahan dari hasil bercocok tanam. (Thaya)

__Terbit pada
08/11/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.