Menu

Instalasi Hewan Kelas II Mamuju Laksanakan GNPDDAS

SULBAR,- Instalasi Karantina Hewan kelas II Mamuju, melaksanakan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPD DAS) tingkat Provinsi Sulawesi Barat, berlangsung di Desa Botteng, Kabupaten Mamuju, Jumat kemarin (29/11/19). Kegiatan ditandai dengan pelepasan balon ke udara, dan penanaman pohon secara simbolis yang disertai penyerahan bantuan bibit kepada masyarakat.

Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) pertama kali dicanangkan pada tahun 2018 yang diinisiasi oleh Kementerian LHK dan masyarakat . Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan untuk penyelamatan sumberdaya air, produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

GNPDDAS merupakan pengembangan atas agenda tahunan penanaman pohon pada kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan perspektif yang lebih luas yaitu pemulihan lahan kritis di hulu DAS.  Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI, bahwa penanganan wilayah kritis harus dilakukan secara komprehensif dengan prinsip keterpaduan pekerjaan penanaman, sipil teknis, dan teknik pembibitan, serta mengaktifkan semua unsur/elemen dan partisipasi masyarakat.

” Penanganan wilayah kritis harus menghasilkan perubahan, membangun kesempatan kerja dan mengatasi kemiskinan selain mengatasi permasalahan lingkungan. Mari kita bersama-sama mengsingkrongkan/memparalelkan, program pusat dengan daerah ini agar bisa memberikan efek yang luar biasa didalam perekonomian masyarakat kita,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan, Natsir yang membacakan sambutan seragam Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ia juga mengatakan, untuk di wilayah kabupaten, diperlukan koordinasi, dan membangun kemitraan dengan pemerintahan kabupaten, karena sesungguhnya pemerintah provinsi itu hadir di tengah- tengah penyelenggara kehidupan di  pemerintahan kabupaten.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Fakhruddin mejelaskan, sebagai langkah awal , panitia GNPDAS Provinsi Sulawesi Barat bersama anggota Korem 142/Tatag, telah melaksanakan upaya pemulihan DAS dengan menanam kurang lebih 600 bibit pohon jenis kemiri dan coppeng di lokasi areal terbuka Desa Rangas Kecamatan Simboro, pada tanggal 23 Nopember 2019.

” Dua tahun yang lalu , kita sudah meluaskan agenda penanaman ini, menjadi suatu gerakan nasional dalam rangka pemeliharaan daerah aliran sungai,” kata Fakhruddin.

Pada kesempata sama, Kepala BPDASHL Lariang Mamasa, Abdul Halim Majid mengatakan , untuk kegiatan rehabilitasi Hutan dan Lahan tahun 2019 , tersebar di beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Barat. Jenis kegiatannya adalah rehabilitasi dalam kawasan, hutan kota, penanaman mangrove, penanaman KBR, bantuan bibit Produktif, bantuan bibit tanaman kayu-kayuan dan MPTS, dan lain-lain.

“ Untuk kawasan tahun 2019 di kawasan Provinsi Sulawesi Barat telah melaksanakan rehabilitasi seluas 2.000 hektar yang tersebar di Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Majene, dan Kabupaten Polewali Mandar “ jelas Abdul Halim.

Abdul Halim juga menyebutkan,  bahwa bantuan bibit produktif tahun 2019 sebanyak 116.375 batang terdiri dari Mangga 16.000 batang , Durian 54.500 batang , Manggis 14.500 batang , Rambutan 16. 200 batang , Pala 15.176 batang  dan untuk  bantuan bibit persemaian permanen Tahun 2019 sebanyak 700.000 batang terdiri dari Rambutan 15.000 batang, Sengon Laut 120.000 batang, Ketapang kencana 20.000 batang , Kemiri 10.000 batang, Jati putih 25.000 batang, Mahoni 320.296 batang, Jabon merah 115.000 batang, Cempaka/Uru 74.704 batang.

Kegiatan yang mengusung tema “ Pulihkan Lahan Pembangunan Masa Depan “,turut dihadiri, para Forkompimda Sulbar,  Kepala OPD, pengurus PKK dan tamu undangan lain. (ADVETORIAL)

No comments

Tinggalkan Balasan

VIDEO