Sen. Jan 20th, 2020

PACEKO DOT COM

Media Informasi, Inspirasi dan Inovatif

Dosen dan Mahasiswa AKPER YPPP, Lakukan Pendampingan ODGJ di Wonomulyo

WONOMULYO,- Gerakan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terus dilakukan Dosen bersama Mahasiswa AKPER YPPP Wonomulyo, Polewali Mandar. Mereka giat melakukan pendampingan ODGJ, khususnya yang hidup dalam kondisi terpasung. Seperti yang dilakukan pada Rabu siang (20/11/19)

Dosen dan Mahasiswa AKPER YPPP berkesempatan mengunjungi ODGJ berinisial SA (60 tahun), warga Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Sudah lima tahun lamanya, SA hidup dalam kondisi memprihatinkan karena salah satunya kakinya dirantai, lantaran kerap mengamuk hingga meresahkan warga.

Sehari-hari, SA yang menderita gangguan jiwa saat merantau di Malaysia, menjalani semua aktifitasnya di kolong rumah, di atas bale-bale berukuran 2×2 meter, yang sebahagian lantai papannya sudah terlepas.

Selain melakukan edukasi kepada keluarga, bahwa pemasungan memperburuk kondisi penderita gangguan jiwa, dalam kunjungan tersebut, Dosen bersama Mahasiswa AKPER YPPP, juga berhasil meyakinkan pihak keluarga untuk melepaskan rantai yang membelenggu kaki SA, agar dilakukan perawatan sebagaimana mestinya.

 “ Intinya pemasungan itu tidak benar dan melanggar hukum, kita harus berupaya bagaimana penderita gangguan jiwa bisa mendapatkan perawatan yang semestinya yaitu di rumah sakit “ jelas Dosen AKPER YPPP, Fredy.

“ Memang terkadang tidak mudah mendekati penderita gangguan jiwa, khususnya mereka yang hidup dalam kondisi terpasung, dibutuhkan kesabaran dan pendekatan dari hati ke hati agar penderita bisa memahami apa yang kita lakukan dan harapkan untuknya “ terang Fredy.

Usai membebaskan, Fredy bersama mahasiswanya juga memberikan terapi singkat terhadap SA, yang tampak gemetar dan mengaku merasa kesakitan, lantaran lama hidup dalam kondisi dirantai. Bukan hanya itu, seluruh tubuh SA juga dibersihkan dengan cara dimandikan, yang membuatnya merasa lebih nyaman.

Pihak keluarga mengaku, selama ini telah berupaya memeriksakan kondisi SA di rumah sakit, untuk menjalani perawatan, namun tidak pernah tuntas lantaran kerap mengamuk. Keluarga berharap, SA bisa segera sembuh dari penyakit yang dideritanya, “ Pernah dibawa ke Rumah Sakit untuk dirawat, namun tidak ada yang menjaga, akhirnya kembali dibawa pulang ke rumah, malah selalu mengamuk hingga seperti sekarang ini, obat yang diberikan oleh dokter juga selalu dibuang, semoga masih ada upaya agar kondisinya bisa segera pulih “ harap salah seorang anak SA, kepada wartawan. (Thaya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.