Menu

Campurjo Bertekad Mandiri, Tak Bangga Banyak Dana Desa

WONOMULYO,- DESA Campurjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar terus memacu diri untuk menjadi Desa Mandiri. Kepala Desa Campurjo Usman Padong, menyatakan tekad dalam beberapa tahun ke depan tidak perlu terlalu berharap ADD (alokasi dana desa).

Tekad itu diungkapkan Usman Padong, yang menyatakan dirinya sebagai kepala tidak bangga menerima banyak dana desa. “Saya tidak bangga menerima banyak dana desa. Menerima banyak dana desa, berarti sangat tergantung pada bantuan, kemampuan desa masih rendah,” cetusnya.

Karena itulah, ia berusaha bertahap mengurangi ketergantungan pada ADD. Dengan cara memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang dimiliki. “Saya sangat bersyukur semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat sangat tinggi. Itu juga merupakan potensi andalan,” tuturnya, Rabu kemarin (27/11/19)

Desa Campurjo dihuni penduduk yang heterogen, berjumlah 3.400 jiwa dari 780-an kepala keluarga, yang tersebar di tiga dusun. Terdiri dusun Kuningan, dusun Majalengka, dan dusun Kamakaco.

Usman Padong menyebut jumlah dana desa untuk Campurjo pada 2019 ini sebesar Rp800 Juta. “Desa Campurjo penerima dana desa paling rendah di Kecamatan Wonomulyo,” katanya, bangga.

Desa Campurjo merupakan juga Desa Layak Anak. Setiap bulan, pemerintah desa membiasakan warganya melakukan kegiatan kemanusiaan donor darah  bekerjasama dengan PMI Cabang Polman.  “Untuk donor darah, diperoleh paling dua puluh kantong darah. Pernah sampai 60 kantong,” ungkap Usman Padong, bangga.

Beberapa capaian desa Campurjo, disebut Usman Padong membangggakan. Salah satunya, penurunan angka kemiskinan menjadi 77 dari sebelumnya 100 orang. “Sudah tidak ada juga kematian ibu melahirkan dan bayi. Alhamdulillah, angkanya nihil di desa kami,” jelas pria yang memiliki pengalaman sebagai wartawan dan wiraswasta jual-beli beras.

Desa Campurjo memiliki aset desa berupa sawah seluas tiga hektar. Namun, yang produktif hanya satu hektar. Dua hektar lainnya, direncanakan sebagai lapangan sepakbola desa dan lokasi destinasi wisata.

Menurut Usman Padong, sawah milik desa seluas satu hektar dikelola secara bergilir setiap musim tanam oleh kepala dusun . Hasil setiap panen, sebagian menjadi pendapatan desa. Sebagian lainnya untuk kesejahteraan kepala dusun. “Hasilnya kurang lebih Rp4 Juta bersih setiap panen,” ujarnya. 

Ia menambahkan, bahwa semua urusan dengan pemerintah desa, semua dilayani tanpa pungutan. “Kami bertekad Campurjo bisa menjadi desa percontohan untuk beberapa program di desa,” tekadnya, opitimis. (mdl)

No comments

Tinggalkan Balasan

VIDEO