
WAKIL KITA …
Oleh M Danial
PERHATIAN publik ke kawasan gedung parlemen Senayan, Jakarta. Kemarin beralih sejenak. Terpusat pada pelantikan caleg terpilih DPR. Dan calon terpilih senator DPD. Sekaligus sebagai Anggota MPR RI. Sebelumnya, perhatian publik terpusat pada unjuk rasa. Ribuan mahasiswa dan kelompok massa. Yang beberapa hari terakhir mengepung Senayan. Datang menyampaikan aspirasi dan sejumlah tuntutan. Yang belum juga direspon sesuai harapan massa. Hingga masa bakti para legislator Senayan berakhir.
Sebanyak 575 Anggota DPR RI. Dan 136 Anggota DPD RI. Sekaligus sebagai Anggota MPR RI. Totalnya 711 orang. Resmi menyandang status wakil rakyat. dan wakil daerah. Periode 2019-2024. Menurut berita media. Dari jumlah anggota DPR yang dilantik. Terdiri wajah baru 286 orang (49,74 persen). Dan petahana 298 orang (50,26 persen). Seremoni pelantikan disasikan jutaan rakyat Indonesia. Melalui tayangan langsung beberapa televisi.
Ada yang menyatakan bersyukur. Turut bangga dan terharu. Menyaksikan proses pelantikan. Mungkin di antara yang dilantik. Adalah pilihannya pada 17 April lalu. Setidaknya sosok yang dikenal. Dan dipercaya janji-janji politiknya pada masa kampanye. Yang diketahui rekam jejaknya. Dan paradigma berpikirnya berorietasi pada kepentingan rakyat. Memiliki idealisme serta kapasitas untuk melaksanakan tugas. Fungsi dan wewenang sebagai wakil rakyat. Serta kesungguhan menjadi penyambung suara rakyat. Dan akan berbuat maksimal untuk kepentingan rakyat di daerah pemilihannya.
Tidak sedikit juga skeptis. Merasa pesimis. Para anggota DPR yang baru. Bakal mampu menghadapi berbagai tantangan. Untuk menghadirkan perubahan yang signifikan. Mengatasi berbagai persoalan di daerah pemilihannya. Menyuarakan aspirasi untuk peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi lebih baik. Yang akan berimbas positif pada berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk mengentaskan ketertinggalan. Menggeliat untuk mendekatkan kemajuan daerah lain. Juga untuk pertumbuhan demokrasi. Penegakan hukum dan HAM. Sekalilagi. Setidaknya di daerah pemilihannya.
Berkaca pada pengalaman selama ini. Para wakil rakyat di Senayan. Begitupun di daerah. Akan selalu berhadapan dengan oligargi partai. Yang umumnya cenderung memposisikan kadernya. Sebagai petugas partai. Para kader partai yang memiliki idealisme. Akan selalu dihadapkan pada dilema. Antara kepentingan rakyat atau kehendak partai politik. Tidak mengikuti “kehendak” partai. Berarti siap dengan konsekuensi partai. Termasuk kondisi terburuk. Bahkan status sebagai anggota dewan bisa menjadi lebih singkat.
Optimisme dan pesimisme. Terhadap para anggota dewan yang baru. Merupakan hal yang wajar. Semua harus menjadi penyemangat. Untuk berkiprah membuktikan maksimal. Sebagai wakil rakyat yang sesungguhnya. Optimisme para konstituen. Hendaknya tidak menjadi buaian yang menidurkan. Sedangkan pesimisme adalah tantangan yang harus ditepis. Juga dengan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Kita tunggu kiprah nyata para wakil kita. Selamat bekerja para wakil rakyat dan wakil daerah Provinsi Sulawesi Barat. (*)