Menu

Petugas Bongkar 7 Bilik Asmara di Gubuk Derita

WONOMULYO,- Upaya petugas memberantas praktek prostitusi terselubung di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, terus dilakukan.

Sedikitnya 7 kamar pada 2 rumah warga di kawasan prostitusi terselubung “ gubuk derita “ dibongkar Trantib Kecamatan Wonomulyo bersama Bhabinkamtibmas Polsek Wonomulyo, Jumat (18/10/19).

Pembongkaran dilakukan, lantaran kamar-kamar tersebut diketahui kerap disewakan oleh pemilik rumah sebagai bilik asmara, dengan tarif 30 ribu rupiah untuk sekali kencan.

Saat pembongkaran berlangsung, salah seorang pemilik rumah sempat mengajukan protes, tidak terima semua kamar di rumahnya di bongkar petugas.

“ Janganmi dibongkar semua pak, biarmi tetap ada kamar tapi tidak usah diberi pintu “, pinta pemilik rumah berinisial HR kepada petugas

Setelah mendapat penjelasan dari petugas, HR akhirnya bersedia melanjutkan pembongkaran bilik asmara di rumahnya.

Pembongkaran kamar di rumah HR, warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, oleh Trantib Kecamatan Wonomulyo bersama Bhabinkamtibmas Polsek Wonomulyo, lantaran kerap disewakan sebagai bilik asmara, Jumat (18/10/19).

Selain di rumah HR, pembongkaran bilik asmara juga dilakukan di rumah warga berinisial IZ. Bahkan beberapa kamar di rumah IZ, diketahui telah dibongkar sebelum kedatangan petugas.

Wakasi Trantib Kecamatan Wonomulyo Nurhadi mengungkapkan, pembongkaran dilakukan lantaran pemilik rumah telah menandatangani surat pernyataan, setelah sebelumnya petugas menjaring dua wanita sedang melayani tamu lelaki hidung belang pada kedua rumah tersebut, “ Pembongkaran yang kami lakukan merupakan tindak lanjut dari pada hasil penggrebekan kemarin, yang telah dibuatkan surat perjanjian, dimana kamar-kamar yang masih ada akan dibongkar, dari 2 rumah yang kami datangi, ada 7 kamar yang dibongkar “ jelasnya kepada wartawan.

Kendati telah melakukan pembongkaran bilik asmara yang kawasan prostitusi terselubung gubuk derita, petugas mengaku akan tetap melalukan razia, untuk menghentikan praktek prostitusi yang semakin meresahkan warga di daerah ini. (Thaya)

No comments

Tinggalkan Balasan