Terkait Penemuan Janin dalam Kelas di SMKN Campalagian , Polisi Periksa Sejumlah Saksi

CAMPALAGIAN,- Jajaran Kepolisian Polsek Campalagian, Polres Polewali Mandar, memeriksa seorang guru bimbingan konseling (BK) dan lima orang siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN)  Campalagian, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Senin pagi (23/09/19).

Guru dan para siswi ini diperiksa sebagai saksi, untuk dimintai keterangan terkait penemuan janin dalam ruang kelas yang terjadi di sekolah mereka beberapa waktu lalu.

Satu siswi dimintai keterangan lantaran diketahui sebagai orang yang pertama kali menemukan janin tergeletak di lantai ruang kelas, dua siswi lagi diperiksa polisi lantaran diketahui bertugas sebagai pembuka dan pengunci ruang kelas tempat janin ditemukan, sementara dua siswi lainnya dipanggil polisi untuk dimintai keterangan, lantaran diketahui sempat mengantar salah seorang temannya kembali pulang ke rumah, lantaran mengeluh sakit pasca kabar penemuan janin tersebut geger di lingkungan sekolah.

Sementara sang guru BK dipanggil polisi, untuk dimintai keterangan diketahui sebagai orang yang pertama kali mengamankan janin tersebut usai mendapat laporan dari siswinya.

Kendati dari hasil olah tempat kejadian perkara dan penyilidikan yang dilakukan polisi, menguatkan indikasi pelaku pembuangan janin tersebut adalah salah seorang murid, namun sejauh ini polisi belum bisa mengungkap identitas pelaku, “ Kita sudah menginterogasi sejumlah saksi penting yang ada kaitannya, namun penyelidikan belum mengerucut kepada nama pelaku “ ujar Kanit Reskrim Polsek Campalagian, AIPTU Muliono kepada wartawan.

Untuk itu, pihaknya mengaku akan memangil sejumlah saksi lain untuk dimintai keterangan, “ Pelaku kemungkinan oknum murid namun kita belum bisa mengalanisa siapa orang tersebut, untuk itu kita akan memanggil saksi lain “ tandas Muliono.

Peristiwa penemuan janin berusia empat minggu yang menggegerkan lingkungan sekolah dan juga warga sekitar ini, terjadi pada Rabu pagi, 18 september lalu, sekira pukul 08:30 WITA.

Janin ditemukan tergeletak di lantai sudut ruang praktek menjahit, dengan darah berceceran di sekitarnya. Penemuan ini terjadi, sesaat sebelum para siswi memulai kegiatan praktek menjahit di ruangan tersebut.

Pasca ditemukan, janin tersebut langsung dibungkus menggunakan tisu kemudian disimpan dalam topleks plastik, hingga ahirnya diamankan oleh pihak kepolisian. (Thaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.