Ricuh, Unjuk Rasa Mahasiswa di Polewali Tolak RUU Kontroversial

POLEWALI,- Gelombang aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dianggap kontroversial terus berlanjut, seperti yang berlangsung di Kantor DPRD Polewali Mandar, Rabu siang (25/09/19).

Aksi berlangsung ricuh. Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Polewali Mandar, terlibat saling dorong dengan aparat keamanan dari Kepolisian dan Satpol PP, saat memaksa masuk ke dalam kantor DPRD untuk berdialog dengan anggota DPRD setempat.

Kericuhan baru mereda, saat perwakilan massa aksi diperbolehkan masuk ke dalam kantor untuk menyampaikan aspirasnya.

“ Kami datang untuk menyampaikan aspirasi, kami datang sebagai symbol bahwa masyarakat tidak diam ketika pemimpin Indonesia berbuat semena-mena, khususnya terkait rancangan undang-undang yang menjadi kontroversi, karena memiliki banyak kelemahan yang tidak memihak pada rakyat, untuk itu, kami akan menduduki kantor DPRD ini, hingga pemerintah menyatakan menolaK rancangan undang-undang tersebut “ ujar Koordinator aksi, Ayyub dalam orasinya.

“ Kami berharap DPRD Polewali Mandar, ikut menyatakan sikap menolak RUU KUHP, RUU KPK, RUU Pertanahan dan RUU Kemasyarakatan “ desak Ayyub.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan 4 point tuntutan, diantaranya, 1. Merestorasi, upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, 2. Merestorasi demokrasi, hak rakyat untuk berpedapat, penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia, dan keterlibatan rakyat dalam proses pengambilan kebijakan, 3. Merestorasi perlindungan sumber daya alam, pelaksanaan reformasi agraria dan tenaga kerja dari ekonomi yang eksploitatif, dan 4. Merestorasi kesatuan bangsa  dan Negara dengan penghapusan diskriminasi antar etnis, pemerataan ekonomi, dan perlindungan bagi perempuan. (Thaya)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.