Memprihatinkan Kondisi Lansia Miskin di Tapango, Tinggal di Gubuk Reot Bekas Kandang Kambing

TAPANGO ,- Nasib malang ini dijalani Bunga Intan (75 tahun), warga Desa Tuttula, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar. Sudah cukup lama, lansia malang ini tinggal digubuk reot berukuran 2 x 2 meter, bekas kandang kambing.

Bunga Intan mengaku tidak punya pilihan, lantaran dibelit kemiskinan, “ Mau bagaimana lagi pak, saya juga mau punya rumah sendiri yang lebih bagus, tapi saya tidak punya uang untuk buat rumah, ini saja beberapa dinding dan atap adalah pemberian dari warga “ ungkap Bunga Intan dalam bahasa daerah, kepada wartawan yang berkunjung beberapa waktu lalu.

Saat malam tiba, Bunga Intan yang tinggal seorang diri kerap merasa kedinginan lantaran dinding gubuknya banyak yang bolong. Begitupula saat hujan mengguyur, tidak jarang dirinya harus tidur dalam kondisi basah karena atap yang kerap bocor. Sedangkan lantai gubuknya, hanya berbahan bambu yang dilapisi beberapa potongan papan bekas.

Kendati hidup dalam belitan kemiskinan, Bunga Intan tidak pernah berpangku tangan apalagi pasrah pada keadaan. Diusinya yang tidak lagi muda, setiap hari dirinya bekerja sebagai pengumpul daun pisang kering, yang diperoleh dengan menyusuri sejumlah kebun milik warga setempat, “ Daun pisang kering saya kumpul, biasanya dibeli warga di daerah ini seharga 10 ribu rupiah per ikat, untuk dimanfaatkan sebagai pembungkus gula aren “ ujar Bunga Intan sembari menarik helai demi helai daun pisang kering.

Selain mengumpulkan daun pisang, Bunga Intan mengaku kerap bekerja sebagai buruh serabutan, dengan upah seadanya, “ Apa saja saya kerjakan asalkan memungkinkan dan halal“ pungkasnya.

Menurut warga, Bunga Intan sebenarnya memiliki dua orang anak yang sudah dewasa, bahkan satu diantaranya telah berumah tangga, “ Namun mau bagaimana, kondisi kedua anaknya juga tidak lebih baik, mereka hidup pas-pasan, bahkan yang laki-laki juga tinggal sendiri di gubuk dengan kondisi memprihatinkan “ kata salah seorang tetangga, Nasria.

Kendati demikian, Bunga Intan diketahui rutin berkunjung ke rumah anaknya, khususnya saat pagi hingga sore hari, “ Kalau sudah menjelang malam, dia baru pulang ke rumahnya sendiri, karena alasan tidak mau merepotkan “ jelas Nasria.

Warga berharap, ada pihak yang mau memberikan perhatuan kepada Bunga Intan agar bisa menjalani hidup dengan kondisi yang lebih layak.

Berdasarkan pantauan wartawan, gubuk reot bekas kandang kambing yang didiami Bunga Intan berada di atas perbukitan yang tidak jauh dari pemukiman warga. Gubuk yang berdiri di atas tanah warga setempat ini , sepintas terlihat hanyalah rumah kebun biasa dan tidak berpenghuni. (Thaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.