Memprihatinkan Kondisi Bayi Miskin di Pulliwa Terancam Gizi Buruk

BULO,-  Masalah gizi buruk masih menjadi ancaman bagi banyak anak, seperti yang dialami Haerul, anak dari Rinawati, warga Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar. Kendati usia Haerul telah memasuki 21 bulan, berat badannya hanya 8 kilogram saja.

Selain berat badannya yang tidak normal untuk bayi seusianya, Haerul juga belum bisa berjalan. Haerul hanya dapat berdiri jika mendapat bantuan dari orang lain, atau dengan berpegangan pada benda di sekitarnya lantaran kedua kakinya yang sangat lemah.

Sang ibu mengaku prihatin, pasalnya kendati rutin diberi ASI, kondisi yang dialami Haerul terlihat semakin memburuk, “ Tidak tau juga apa penyebabnya, padahal setiap hari saya beri ASI “ ujar Rinawati, kepada wartawan yang berkunjung ke rumahnya.

Kendati kondisinya cukup memprihatinkan, Haerul nyaris tidak pernah mendapat pemeriksaan medis. Selain alasan kemiskinan, pola hidup orang tua yang kerap berpindah-pindah membuat Herul tidak tertangani dengan baik, “ Sejak dilahirkan baru dua kali dia mendapat pemeriksaan medis, mau bagaimana lagi, dulu saya tinggalnya berpindah-pindah karena ikut suami, saya juga tidak punya biaya untuk membawa Haerul ke dokter “ ungkap Rinawati lirih.

Sejak beberapa bulan terakhir, Haerul dan ibunya diketahui tinggal di Daerah Karossa, Kabupaten Mamuju, mengikuti sang ayah yang diketahui bekerja di daerah tersebut. Namun sudah cukup lama, sang ayah diketahui pergi meninggalkan Haerul dan Ibunya, yang ternyata menikah lagi.

Mengetahui sang suami telah menikah lagi, Rinawati memutuskan membawa Haerul pulang di kampung halamannya di Desa Pulliwa dan tinggal bersama keluarganya dengan kondisi memprihatinkan.

Menanggapi malasah yang dialami warganya, Kepala Dusun Kannusuang, Desa Pulliwa, Lukman mengaku akan segera melaporkan hal ini ke dinas terkait “ Memang ini warga kami, tapi sudah lama tinggalkan kampung dan baru kembali pulang dengan kondisi seperti saat ini, Insya Allah akan segera kami laporkan kepada pihak terkait agar segera mendapat penanganan “ tandas Lukman. (Thaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.