Kericuhan Warnai Aksi Unjuk Rasa Pelantikan Anggota DPRD Baru di Mamuju

MAMUJU,- Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa, yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), cabang Mamuju, di depan Gedung Kantor DPRD Mamuju, Senin siang (02/09/19). Mahasiswa terlibat baku dorong dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan pelantikan anggota DPRD yang baru.

Baku dorong terjadi, lantaran para mahasiswa tidak diperkenankan memasuki areal kantor DPRD, yang menjadi tempat pelantikan 30 anggota DPRD Mamuju, periode 2019-2024.

Mahasiswa menuntut, anggota DPRD yang baru saja dilantik menguatkan pengawasan kinerja eksekutif, khususnya mengkaji kembali rencana pembangunan manakarra tower, yang menelan anggaran sebesar 30 miliar rupiah, lantaran menuai polemik “ PMII kembali hadir untuk mengingatkan anggota DPRD yang baru dilantik untuk berpihak terhadap kesejahteraan rakyat, selain itu di tengah problem masalah yang terjadi di Mamuju , PMII hadir mengingatkan anggota DPRD untuk memediasi semua persoalan yang terjadi di kabutapan Mamuju “ sebut Koordinator Aksi, Muhammad Hasnal dalam orasinya.

Selain berunjuk rasa, puluhan mahasiswa ini juga menggelar aksi teaterikal yang menggambarkan kuatnya praktek politik uang di Mamuju.

Lantaran aksinya tidak mendapat respon dari anggota DPRD yang baru dilantik, massa aksi akhirnya membubarkan diri dan berjanji akan kembali menggelar aksi yang lebih besar lagi. (Thaya)

__Terbit pada
02/09/2019
__Kategori
Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.