Menu

Buaya……………..

Catatan M Danial

HAMPIR sepekan terakhir. Viral berita di medsos tentang buaya. Menghebohkan warga di sekitar pesisir sungai Maloso, Mapilli, Polewali Mandar. Buaya muncul mendekati lokasi penambangan pasir. Yang setiap hari menjadi lokasi pencaharian sebagian warga setempat. Beberapa hari sebelumnya, seekor buaya terlihat warga di perairan pantai Pambusuang, Kecamatan Balanipa.

Bahwa ada buaya di sungai Maloso. Warga setempat mengetahui sudah sejak lama. Heboh soal buaya menampakan diri. Terjadi juga pada akhir 1990-an. Pasca banjir melanda daerah ini. Waktu itu sempat ada warga yang menjadi korban. Dimangsa buaya. Yang kerap muncul tiba-tiba. Mendekati lokasi warga sedang beraktifitas. Mandi, mencuci, atau menambang pasir. Yang tidak jauh dari Jembatan Mapilli. Yang melintas di atas sungai Maloso.

Munculnya buaya beberapa hari terakhir. Menjadi perhatian warga di daerah ini. Banyak yang sangaja datang. Untuk melihat dan merekam dengan HP. Jembatan Mapilli yang melintas di atas sungai Maloso. Menjadi tempat yang strategis para penonton. Yang membuat kemacetan arus kendaraan di poros Trans Sulawesi itu. Sebagian warga mengaitkan kemunculan buaya dengan mitos. Mengenai kembar buaya. Ada juga mitos tentang buaya jadi-jadian. Yang muncul karena pantangan buaya dilanggar. Yang disebut pemali.

Buaya yang menghebohkan hingga kini. Diyakini adalah buaya sungguhan. Buaya muara. Yang diduga bermigrasi mencari tempat lebih nyaman. Karena habitatnya terganggu. Atau karena faktor kemarau panjang.

Berdasarkan referensi. Buaya merupakan hewan purba. Tergolong reptil bertubuh besar yang hidup di air. Habitat buaya adalah perairan air tawar. Seperti sungai, danau, rawa, atau lahan basah lainnya. Ada juga buaya yang hidup di air payau. Itu yang dikenal dengan buaya buaya muara. Makanannya adalah hewan-hewan bertulang belakang. Sebangsa ikan, reptil dan mamalia.

Buaya adalah hewan melata. Yang tidak seperti reptil pada umumnya. Memiliki jantung beruang empat dan sekat rongga badan. Sehingga memungkinkan bergerak cepat. Buaya bisa melipat kakinya ke belakang. Melekat pada tubuhnya. Sehingga mengurangi hambatan di air. Jari-jari kaki belakang buaya berselaput renang. Yang digunakan sebagai pendorong. Atau tatkala harus berbalik seketika. Selaput pada jari-jari kaki buaya. Digunakan juga untuk menopang saat bergerak atau berjalan di air dangkal.

Buaya bisa bergerak sangat cepat. Pada jarak pendek. Bahkan di tempat selain air. Rahangnya sangat kuat. Sehingga bisa menggigit sangat kuat pula. Memiliki gigi runcing dan tajam. Menjadikan kekuatan menggigitnya sangat dahsyat. Yang juga digunakan memegangi mangsanya. Atau menyerang dengan menerkam. Sekaligus menggigit. Kemudian menarik dan merobek-robek mangsanya dengan ganas.

Buaya memiliki otot-otot sekitar rahang. Yang bisa mengatup dengan amat kuat. Mulut buaya yang terkatup amat sukar dibuka. Cakar dan kukunya juga sangat kuat dan tajam. Kelemahan buaya tidak mudah menyerang ke samping atau belakang.  Karena lehernya kaku. Tapi jika berada di kedalaman air yang melebihi panjang tubuhnya. Buaya bisa dengan buas menerkam secara horizontal.

Buaya memangsa ikan, burung, atau mamalia. Kadang juga memangsa buaya lain yang lebih kecil. Atau bangkai buaya dewasa. Buaya merupakan hewan pemangsa dan penyergap. Yang bisa tiba-tiba menerkam. Sebagai hewan predator, buaya bisa bertahan cukup lama tanpa makanan.

Pada musim kawin dan bertelur. Buaya bisa sangat agresif dan mudah menyerang. Manusia atau hewan lain yang mendekat akan menjadi mangsanya. Induk buaya betina amat sensitif pula menjaga sarang dan telur-telurnya. Yang dibenamkan dalam gundukan tanah atau pasir.

Buaya tergolong satwa yang dilindungi. Speciesnya semakin langka. Pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) mengimbau masyarakat. “Supaya tidak mengganggu buaya” yang kerap muncul di Sungai Maloso. Sejak beberapa hari terakhir. Sedangkan warga setempat. Berharap bisa kembali beraktifitas. Tanpa terusik buaya yang kerap muncul tiba-tiba.

No comments

Tinggalkan Balasan