Minim Infrastruktur di Bulo , Warga Pikul Jenazah Sejauh Belasan Kilometer

BULO ,- Pengguna media sosial di Kabupaten Polewali Mandar, dibuat geger akibat unggahan video dan foto, pemilik akun Facebook bernama Juangsah, yang menampilkan puluhan warga bergotong royong memikul jenazah. Video dan foto tersebut diunggah Kamis kemarin, 15 Agustus 2019.

Dalam rekaman video berdurasi sekitar 26 detik tersebut, terlihat warga bergotong royong memikul jenazah yang dimasukkan ke dalam selembar kain sarung, kemudian diangkat menggunakan bambu, melewati jalan terjal dan berliku.

Saat dikonfirmasi, Juangsah mengaku kejadian tersebut terjadi hari Senin, 12 Agustus lalu. Jenazah yang diketahui bernama Jalu (50 Tahun), terpaksa dipikul ke kampung halamannya di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo lantaran buruknya akses jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan, “ Memang hanya itu jalan satu-satunya jika kami ingin memulangkan jenazah atau membawa warga yang sakit, soalnya kampung kami masih sangat terisolir dan tidak dapat dijangkau kendaraan, jangankan roda empat, roda dua saja masih sangat susah “ ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (16/08/19).

Juangsah mengaku, proses memikul jenazah sejauh 15 kilometer ini dilakukan warga dengan waktu tempuh lebih kurang satu jam lamanya, “ Dimulai dari perbatasan desa Ihing dan desa Lenggo, biasanya kami tempuh dalam waktu beberapa jam karena medannya yang memang berat apalagi membelah pegunungan, cuman waktu itu ada banyak warga yang membantu, proses pemulangan jenazahnya menjadi lebih cepat “ ungkapnya.

Jalu diketahui meninggal, setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan.

Pasca diunggah dimedia sosial, rekaman video tersebut langsung dibagikan banyak orang dibanjiri komentar.

Tidak sedikit diantaranya yang menyoroti pembangunan infrastruktur di daerah ini yang belum merata, di saat Republik Indonesia akan merayakan kemerdekaan yang ke 74.

“ Tdk lamah lgi Kita warga Indonesia memperingati hasil kemerdekaan Indonesia sdh 74 Tahun,.?tapi mengapa pembangunan Infrastructures Terusus di kabupaten polewali mandar belum meratan juga pembagunan,. Ada 16 kecemantan diantaranya sangat memperhatikan, Tutar bolu, matangaga inikah Di bahasakan polman jago. Salam perubahan.. “ ketik pemilik akun facebook bernama Rauf Buqhari.

Pemilik akun facebook lain bernama Dwitati Martosendjoyo menulis “Seharusnya pemda setempat turun kelapangan. Sungguh miris diusia 74 thn merdeka msh ada daerah seperti ini “.

Sementara pengguna facebook bernama Hasbullah Tutar menuliskan “Allahu Akbar, sampai kapan kampung bersejarah itu bisa menikmati kemerdekaan, sebagaimana dengan kampung yang lain “. (Thaya)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.