Ratusan Warga Kannusuang Gelar Makan Bersama,Ubi Kayu Rasa Rindu dan Rasa Mana Lagi

BULO,- Acara makan bersama yang diikuti ratusan warga ini, berlangsung pada salah satu bukit di Dusun Kannusuang, Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu siang (07/04/19).

Acara makan ini digelar, sebagai bentuk sukacita dan rasa syukur pada sang pencipta, atas hasil panen ubi kayu warga yang melimpah. Itu sebabanya, dalam acara makan bersama ini menyajikan berbagai macam olahan makanan tradisional berbahan ubi kayu.

Selain digoreng dan direbus, ubi kayu juga disajikan dalam capuran sop yang dipadukan bersama saraba sebagai salah satu minuman khas daerah setempat, yang terbuat dari campuran gula merah, jahe dan santan kelapa.

Warga tampak larut dalam sukacita, menyantap berbagai makanan olahan makanan dari hasil kebun warga di daerah ini.

Ketua kelompok tani Tajam Pammase, Sudirman mengungkapkan, khuhus tahun ini rata-rata setiap satu hektar perkebunan warga di daerah ini, menghasilkan 400 hingga 500 karung ubi kayu yang dijual seharga 130 ribu rupiah per karungnya, “ Syukur Alhamdulillah, hasil panen ubi tahun ini cukup melimpah, dan baru beberapa persen petani jagung yang mulai memamen, semoga ke depan, hasil panen tersebut bisa terus kita tingkatkan hingga mencapai 1000 karung per hektar “ harap Sudirman.

Alwi salah seorang pekebun menjelaskan, ada dua jenis ubi kayu yang dikembangkan warga di daerah ini,  yang satu berwarna putih dikenal warga dengan nama ubi mana lagi, dan satunya lagi berwarna kuning yang diberi nama ubi rasa rindu, “ Keduanya memiliki rasa yang hampir sama, hanya dibedakan oleh warga, tekstur dagingnya sangat empuk dan gurih saat digigit sehingga sangat cocok menjadi olahan makanan yang selalu dicari para ibu-ibu “ jelas Alwi yang telah tiga tahun lamanya menekuni berkebun ubi kayu.

Yang menarik dalam acara ini, warga dan tamu undangan tidak hanya berkesempatan menyantap makanan yang terbuat dari olahah ubi kayu, tetapi juga mendapat ubi kayu yang masih mentah, untuk dibawa pulang ke rumah sebagai oleh-oleh.

Warga berharap, pemerintah setempat memberikan perhatian agar hasil panen ubi semakin melimpah dan bisa ditawarkan dalam berbagai bentuk produk olahan yang bernilai ekonomis tinggi. (Thaya)

__Terbit pada
07/04/2019
__Kategori
Inspirasi, Sosial, Travel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.