Menu

Pengadilan Agama Mamuju, Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Bebas Korupsi

MAMUJU,- Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBK) berlangsung di Kantor Pengadilan Agama Mamuju, pada Senin pagi (28/01/19).

Deklarasi ini dilakukan sebagai komitmen mewujudkan WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Saat memberikan sambutan dalam kesempatan ini, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris mengatakan, korupsi merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dilihat dari aspek manapun,dan sudah selayaknya pencegahan korupsi menjadi prioritas awal dalam melakukan reformasi birokrasi.

“ Pencanangan Zona Integritas, seperti yang hari ini akan dideklarasikan oleh Pengadilan Agama Mamuju, adalah merupakan proses yang berkelanjutan bagi Pengadilan Agama Mamuju untuk menuju reformasi birokrasi. Sangat diharapkan deklarasi Pencanangan Zona Integritas hari ini bukan sekedar formalitas, tetapi benar-benar merupakan komitmen yang kuat dari Pimpinan Pengadilan Agama Mamuju dan seluruh pegawainya untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat pencari keadilan “ ucapnya.

Lanjut Idris menyampaikan , terkait masalah integritas, apa yang dideklarasikan oleh pengadilan agama hari ini diharapkan efeknya turun ke unit-unit pelayanan di daerah, untuk memastikan tidak ada korupsi sekecil apapun disana.

“ Perlu ada spirit mendorong bagamaina institusi itu menjadi institusi yang berintegritas, misalnya dimulai dari orang- orangnya, yang kedua, termasuk pada sistem pelayanan, “ tandasnya.

Sementara itu  Ketua Pengadilan Agama Mamuju, Arasy Latif menyampaikan, dengan adanya Deklarasi Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBK) dan launching pelayanan terpadu satu pintu, diharapkan tidak ada lagi “pintu samping dan pintu belakang “ dalam proses pelayanan yang semuanya harus menuju ke satu pintu.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sulselbar, Aisyah Ismail memyampaikan, program  deklarasi menuju WBK dan WBBM yang dilakukan oleh PA Mamuju merupakan yang pertama di Sulbar. Dengan demikian, instansi pengadilan harus menjadi kawal terdepan melakukan komitmen dari tingkat atas hingga tingkat bawah mencanangkan zona integritas menuju WBK dan WBBM.

“ Hindari godaan dan iming-iming yang bisa menjebloskan kita. Saya harapkan kepada pengadilan agama, bahwa amanah ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, jangan cederai institusi mahkamah agung. Pengawasan melekat jangan diabaikan, karena terkadang kita terlena. Kepada hakim-hakim dam mengadili , berikan hak yang sama kepada pencari keadilan “ tandasnya.

Hadir juga pada kesempatan tersebut, perwakilan DPRD Sulbar, Thamrin Endeng, Ketua DPRD Mamuju, Suraidah Suhardi, Wakapolda Sulbar, ketua pengadilan agama se -Sulbar, para hakim dan undangan lain. (Rls/Thaya)

No comments

Tinggalkan Balasan